“Selamat, Bu! Bayinya perempuan. Insya Allah jadi anak sholehah yah, Bu!”

Begitulah kalimat perawat setelah saya mulai siuman pasca melahirkan Salfa, anak pertama kami. Kami tidak pernah benar-benar percaya pada saat hamil dulu, kalau di dalam perut saya adalah janin berjenis kelamin perempuan. Soalnya, sejak awal hamil sampai akan melahirkan, tanda-tanda yang terlihat adalah sebaliknya.

Ya, memang karena prediksi dari Mama dan Ibu mertua mengatakan demikian. Belum lagi dengan saudara-saudara yang lain. Hampir 90% mengatakan kalau kelak saya akan melahirkan anak perempuan. Sebenanrnya, kami pun memeriksakan ke dokter kandungan mengenai jenis kelamin anak kami. Tetapi menurut dokter saat itu, sulit mengetahuinya karena terhalang oleh kedua paha. Sejak saat itu, saya dan suami sudah menyerahkan semuanya pada yang kuasa. Laki-laki atau perempuan sama saja. Yang pasti, anak adalah anugerah dan juga amanah yang harus benar-benar terdidik dengan baik.

Seiring dengan pertumbuhannya, Salfa memperlihatkan banyak kemajuan yang boleh dibilang cepat dibandingkan usianya. Saat ini usianya sudah hampir 9 bulan, tepatnya 8 bulan 25 hari. Sedang lucu-lucunya kata orang. Memang benar, seringkali ada saja tingkahnya yang membuat senyum dan tawa terukir di wajah kami, orang tuanya.

Nah, dalam pertumbuhan ini pula, saya terpanggil untuk mulai mengenalkan jilbab pada Salfa. Saya tidak ingin terlambat memperkenalkannya, sebagaimana saya dulu yang “baru sadar” ketika sudah duduk di bangku SMA. Tetapi, bukan berarti saya menyalahkan kedua orang tua saya. Bukan sama sekali. Hanya saja apa yang baik dan bisa saya lakukan saat ini terhadap anak sendiri, lebih baik dilakukan dan tidak baik juga menunda.

Jujur saja, saya belum berani membeli stok jilbab yang banyak karena semakin hari Salfa makin bertumbuh. Sayang sekali jika membeli jilbab tetapi hanya dipakai dalam jangka waktu yang singkat apalagi jika baru sekali atau dua kali. Kalau ada yang bilang saya pelit, sebenarnya sih kurang tepat. Yang benar adalah irit 😀 *pelit dan irit beda jauh lho yah, hehehe…

Saat ini, Salfa masih “pinjam pakai” jilbab sepupunya. Meskipun usia adik sepupunya sudah hampir 4 tahun, tetapi jilbabnya bisa dipakai Salfa. What? Apa tidak kebesaran? Kalau lihat foto Salfa di bawah, silakan menyimpulkan sendiri. Yang pasti, Salfa nyaman memakainya dan tidak merasa risih. Nah, poin “tidak merasa risih” itu yang buat saya bahagia. Karena pada umumnya, balita yang dipakaikan sesuatu di kepala sering tidak betah. Tetapi Salfa, dalam keadaan bermain pun jilbab masih tetap terpasang dengan rapi.

Entah ini kebetulan atau memang sudah diberi jalan mudah. Beberapa hari lalu saya dikenalkan oleh teman-teman di grup WA tentang Shopious. Mungkin karena saking akrabnya kami, mereka tahu kalau saya sedang mencari jilbab balita.

Logo Shopious

Di Shopious terdapat banyak sekali toko-toko online yang mengiklankan produknya. Dan jilbab balita menjadi salah satu produk yang dijual dengan model-model yang cute. Hmm… saya pun tidak tinggal diam dan mencoba kepo ke situsnya.

Setelah beberapa lama berkeliling melihat-lihat jilbab balita, Tadaaa… saya menemukan produk jilbab balita yang super cute ini. Apalagi sepasang dengan atasan dan bawahannya. Benar-benar eyecatching dan cocok untuk Salfa. Warna pink yang begitu menggoda. Terbayang wajah Salfa bisa semanis model dalam produk ini, hehehe…

Jilbab di Shopious

Sesuai dengan tagline Shopious yaitu Media Toko Online, maka di webiste ini akan terlihat beragam toko online yang menjajakan produknya. Tinggal disesuaikan dengan keinginan dan juga domisili untuk penghematan dalam sisi ongkos kirim. Jadi, sebenarnya Shopious tidak hanya mutlak untuk para pembeli, penjual atau yang memiliki toko online pun bisa menjadikannya sebagai partner bisnis.

Shopious memang masih sangat baru di telinga saya. Bahkan baru kemarin menjelajahi websitenya. Jika ada yang masih bertanya-tanya soal Shopious dan menambah pengetahuan yang lebih banyak lagi, bisa tonton video di bawah ini dengan seksama.

Bagaimana, tertarik? Ada yang ingin dibeli dalam waktu dekat? Atau ingin lebih mengembangkan toko online kamu? Coba saja ke Shopious…

Sumber:

www.shopious.com