November 2013 adalah bulan dimana saya dan suami panik. Panik bukan karena ada musibah atau hal buruk lainnya, tetapi sebaliknya, hal yang membahagiakan. Namun, kami sempat ragu dan tidak ingin terlalu bahagia karena sebelumnya sudah mengalami hal demikian di awal pernikahan.

Sejak awal November 2013, saya belum lagi mendapati diri mengalami menstruasi seperti biasanya. Tidak biasanya terlambat sampai 14 hari. Umumnya hanya 4-5 hari saja. Maka akhirnya suami memutuskan untuk membeli test pack untuk mengetahui apakah benar-benar “berita bahagia” itu sudah menghampiri kami. Maklum, sejak menikah April 2012, anak adalah harapan kami. Sebab, tujuan menikah adalah untuk mendapatkan keturunan juga selain beribadah pada Allah.

Keesokan harinya, saya pun melakukan tes urine menggunakan test pack yang dibeli suami di apotek. Suami membeli dua agar hasilnya lebih meyakinkan. Hasilnya? Membingungkan… Ya, hasil test pack membuat kami bingung karena harusnya jika benar hamil, dua strip merah akan muncul. Sebab, yang terjadi ada dua strip tetapi strip kedua sangat kabur alias samar-samar.

Hasil Test Pack Kabur, Aku Hamil Gak Yah?

Dengan kejadian itu, akhirnya saya konsultasikan hasil test pack pada orang-orang terdekat. Mulai dari adik ipar dari suami yang kebetulan profesinya Bidan dan juga adik ipar saya sendiri yang kebetulan kandungannya juga sudah memasuki usia 3 bulan. Mereka sepakat mengatakan kalau saya sudah hamil. Namun, saya dan suami masih ragu. Kami pun menunggu waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit dan melakukan tes kehamilan ulang. Karena akan lebih akurat jika menggunakan alat tes yang langsung dari pihak medis.

Semoga hasilnya membahagiakan…!