Usia 3 bulan pada bayi memang sudah menunjukkan banyak perkembangan. Salah satu diantaranya adalah kemampuan si bayi mengisap jari. Tidak sedikit orang tua yang kemudian panik bahkan mencoba mencari jalan agar si bayi tidak melakukan isap jari. Alasannya memang sangat masuk akal, yaitu khawatir kebiasaan isap jari tidak bisa hilang padahal sang buah hati sudah bukan balita lagi.

Awalnya saya sendiri juga seperti itu. Panik bukan main karena Salfa bermain-main dengan jemari di mulutnya. Saya sempat berpikir apakah ASI yang kurang mantap sehingga Salfa menambah kebutuhannya dengan mengisap jari. Untunglah menjadi mommy itu bukan pekerjaan saya sendiri. Saya kemudian mencari tahu ke beberapa teman yang sudah lebih berpengalaman merawat buah hatinya. Tak hanya itu saya juga mencari-cari artikel senada agar makin menambah wawasan sebagai mommy.

Ternyata, kebiasaan isap jari di usia bayi memang hal yang wajar. Otak bayi sudah mampu bekerja dengan menunjukkan gerakan-gerakan sebagai bukti si bayi tumbuh dan berkembang. Isap jari sebagai bentuk eksplorasi bayi di daerah sekitar mulutnya. Dan sekali lagi hal itu sangat wajar.

Selain sebagai bentuk perkembangan yang baik pada bayi, isap jari juga sebagai penanda bahwa sang bayi masih membutuhkan tambahan makanan. Boleh jadi masih ingin minum ASI pada ibunya karena durasi minum mungkin kurang atau tidak seperti biasanya. Bahkan si bayi bisa merasakan frustrasi jika jari-jari yang diisapnya ditarik begitu saja, apalagi dengan cara yang sedikit kasar.

Menurut beberapa dokter dan bidan yang saya tanyai juga perihal isap jari ini, mereka kompak mengatakan bahwa hal tersebut (di bawah usia 6-7 tahun) memang masih wajar. Tak perlu khawatir. Asalkan tidak ada pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan gigi dan kesehatan mulutnya. Sebab, jika kebanyakan isap jari sariawan adalah penyakit dan di lidah terdapat bercak-bercak putih yang mayoritas sering timbul.

Jadi, tetap stay cool jika mendapati bayi isap jari. Saya pun kemudian mencoba membiarkan Salfa mengisap jari atau paling tidak memberikannya teether sesuai umur bayi sebagai ganti kebiasannya isap jari. Biarkan Bayi Isap Jari